Selasa, 07 April 2009

ini aku, utuslah aku


Shalom teman-teman
Banyak warna yang kita lalui dalam hidup ini, akupun mengalami hal yang sama bersama Tuhan. Tuhan yang telah memelihara aku hingga saat ini, terkadang banyak masalah yang aku hadapi, tetapi Tuhan tak pernah meninggalkanku.
Aku ingat di saat pelarianku ke semarang. Waktu itu aku berusaha dengan segala macam cara untuk mencari beasiswa supaya aku dapat kuliah. Tetapi kerena minimnya pengetahuan tentang beasiswa membuat aku sulit berharap. Harapan satu-satunya adalah kuliah. Usaha yang aku lakukan waktu itu tidak terasa berat, karena aku memiliki seorang sahabat di kelas. Dia selalu memberikan aku semangat, hingga akhirnya aku mencoba di sebuah perguruan tinggi di Jakarta. Dan teman… doa saya terkabul, saya di terima di sebuah akedemi yang berbasis kesehatan. Satu hal yng membuat aku kecewa pada saat itu adalah papa yang mengatakan kalau beliau tidak ingin menguliahkan saya. Beliau merasa percuma untuk menguliahkan saya, dan beliau sendiri tidak pernah lulus SMA tetapi masih bisa bekerja.
Maka dengan kecil harapan saya telepon nenek saya di semarang, dan mengatakan kalau saya ingin kuliah. Nenek saya tahu apa yang saya kerjakan di Jakarta untuk tetap sekolah. Maka Nenek menjemput saya, hingga akhirnya saya pergi dari rumah dengan nenek tanpa sepengetahuan orang tua. Dengan segala usaha nenek membantu saya masuk di sebuah perguruan tinggi di kota semarang. Akhirnya dengan keterpaksaan saya kuliah di jurusan yang bukan menjadi impian saya, tetapi aku bersyukur karena masih bisa kuliah. Dan nenek yang membantu saya dalam membiayai kuliah saya.
Satu semester di semarang kebencian saya kepada papa semakin bertambah. Apalagi semua tante dan om saya selalu mencerca dan memaki saya. Saya merasa bukan bagian dari keluarga, terkadang ada pikiran mengapa saya harus dilahirkan di dunia ini. Singkat cerita saya diajak oleh seorang Teman Yustinus Agus (alm) untuk mengikuti suatu retret di kota jogjakarta. Saya katakan pada agus kalau saya tidak punya biaya, tetapi agus mengatakan tidak usah kuatir soal biaya, Tuhan akan menyediakan. Akhirnya saya ikut retret yang bernama Retret Awal bersama Universitas Atmajaya Jogjakarta di Kaliurang pada tahun 1998
Pada retret tersebut saya menemukan wajah Tuhan yang sesungguhnya, saya menagis sepanjang malam kepada sakramen MahaKudus karena penyesalan atas semua dosa saya. Saya menangis kembali dihadapan Tuhan setelah terakitr saya menangis waktu papa mau bunuh saya. Waktu itu saya masih SMP kelas 2. Waktu itu saya memohon kepada Tuhan kalau saya mau dipulihkan. Saya seperti seorang yang kena penyakit kusta dan meminta kepad Yesus untuk memulihkanya. Dan Tuhan memulihkan saya , menjadikan aku Tahir atas semua dosa-dosa yang aku lakukan.

Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepadaNya, lalu sujud menyembah DIA dan berkata “ Tuan. Kalau Tuan mau tuan dapat mentahirkan aku,Lalu Yesus mengulurkan tangannya menjamah orang itu dan berkata. “Aku mau, Jadilah engkau Tahir” seketika itu tahirlah orang itu daripada kustanya. Mat 8:3

Akhirnya aku dipulihkan, segala luka batinku berangsur-angsur sembuh. Aku mulai belajar mengampuni papa, walaupun itu adalah hal yang terberat yang pernah aku lakukan. Segala makian, pukulan dan hal-hal jahat yang papa lakukan kepadaku adalah yang paling sulit aku lupakan. Tapi aku ingin semakin dekat denganNYa dan aku selalu merindukan berada di HadiratNYa setiap saat. Aku begitu mengasihi Tuhan, dan aku ingin menujukan kepadanya kalau aku ini begitu mengasihi Dia yang Hidup. Maka aku mulai berdoa dengan keras setiap hari, aku mengatakan “Tuhan Ujilah aku, supaya aku tahu betapa besar setiaku kepadamu”. Inilah cara doa yang salah, karena seharusnya kita berdoa untuk di jauhi dari cobaan, tetapi aku meminta pencobaan itu datang. Karena dalam hati aku ingat sebuah mazmur Daud yang mengatakan.

Ujilah aku ya Tuhan dan cobalah aku: selidiki batinku dan hatiku, senantiasa mataku tertuju pada kasih setiamu; dan aku hidup dalam kebenaranMu maz 26:2-3

Akhirnya aku mulai belajar untuk mengikuti Tuhan. Dia mendidik aku dengan luar biasa, terkadang sangat keras, terkadang lemah lembut. Aku mulai bergabung pada Yayasan Solid Indonesia, khusus melayani anak-anak jalanan di kota semarang. Dalam yayasan ini banyak sekali aku ditempa bagaimana tuhan mendidik aku untuk menjadi hambanya. Suatu saat Yayasan ini butuh pengajar untuk anak-anak asuh yang di kelola oleh yayasan. Dan aku merasa bahwa Tuhan memanggil aku untuk melayani mereka. Karena bersama anak-anak yang hidup di jalanan tidak cocok buatku. Walaupun sebagian hidupku juga besar di jalanan kota Jakarta. Tetapi kembali bergaul dengan mereka membuat aku kembali dalam masa-masa kehidupan kelamku. Maka ketika yayasan menawarkan kesempatan untuk menjadi guru bantuan, aku mendengar Tuhan yang berkata.

Lau aku mendengar suara Tuhan berkata: “ siapakah yang akan ku utus, dan siapakah yang mau pergi untuk aku?’ maka sahutku: “ ini aku, utuslah aku”. Yes 6:8

Aku pun mulai melayani menjadi guru disana, tempat dimana aku mengajar sangat terpencil di pelosok kota semarang. Dan aku harus menuju kesana setiap sore sepulang kuliah dengan menggunakan sepeda. Perjalanan aku tempuh selama 45 menit dari rumah. Disini aku belajar untuk setia, sabar dan ulet. Menjadi guru buat mereka adalah sebuah kebahagiaan yang tak bisa di gantikan dengan materi. Walaupun aku tidak pernah dibayar, tetapi cinta kasih yang di berikan oleh anak-anak didikku adalah merupakan bayaran yang paling indah.

Tulisan lainya dapat dilihat di…
http://ladangalam.blogspot.com/

Aiksidin Danuarta

Telephone: +62 21 2526 777 / Fax: +62 21 2526 555
E-mail: Aiksidin@yahoo.com
Address: Menara Jamsostek, North Tower 20th floor, Jl Jend Gatot Subroto No. 38, 12710 Jakarta, Indonesia / PO Box 2440, Jakarta
Trade Register: No 27068392 / Website: www.decorient.com

Consider the environment - avoid printing this document

Senin, 06 April 2009

Jika Janji Allah Tak kunjung digenapi



Salomm teman
Setahun telah kita lewati, entah berapa banyak hal yang kita perbuat. Terkadang kita suka menengok ke belakang dan melihat banyak hal yang telah kita lakukan besama dengan dengan TUHAN. Ada hal yang baik yang terjadi di dalam diri kita, juga ada hal buruk yang terjadi pula. Kita terkadang sangat mensyukuri hal-hal yang baik yang terjadi di dalam kehidupan kita, tetapi kita sering menyalahkan Dia, terhadap apa yang kita alami di dalam hidup kita. Apalagi hal-hal yang selalu kita pergumulkan dan kita doakan, yang kita yakini kalau tahun ini kita pasti akan menerimanya. Tetapi janji-janji itu hingga penghujung tahun tidak kunjung digenapi.
Terkadang manusia dalam memohon sesuatu kepada Tuhan cenderung lebih “mendikte” Tuhan. Seperti “ Tuhan aku mau seperti ini, atau aku mau seperti itu”. Jadilah kepadaku menurut kehendakku, karena engkau Tuhan maka engkau akan mengabulkan semua yang aku pinta. Karena aku sudah memohon kepadamu.” Jika doa kita seperti diatas, berarti siapa yang jadi Hamba dan siapa yang jadi Tuhan dan kehendak siapa yang harus di turuti. Kehendak Allah adalah murni, Allah tahu apa yang dilakukannya, Dia pasti tahu apa yang terbaik untuk kita. Jadi tak perlu buat kita “ mendikte” seperti itu. Yang kadang tidak kita sadari. Janji Allah adalah murni bagi setiap orang yang berlindung kepadaNya. Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik tanpa kita harus memintanya, jikalau kita menyerahkan segala perkara kehidupan kita kepadaNya.

Adapun Allah jalanNya sempurna; janji Tuhan adalah murni; Dia menjadi perisai bagi setiap orang yang berlindung kepadaNya ( Maz 18:31)

Tetapi teman terkadang kita marah kepada TUHAN jika apa yang kita ingini tidak terwujud, kita menyalahkan Tuhan dan menganggap TUHAN tidak peduli dengan kita. “ TUHAN sudah tidak pernah mendengarkan permohonanku lagi.” Tetapi terkadang kita salah persepsi tetang permohonan kepada TUHAN. KRISTUS adalah penggenapan terhadap semua janji ALLAH, dengan penebusan YESUS di kayu salib, secara tidak langsung ALLAH ingin mengatakan bahwa “ Aku ingin semakin dekat dengan engkau, maka dengan wafatnya Putraku engkaulah menjadi milik waris kerajaanku, supaya aku bisa membantu engkau dalam setiap pergumulanmu”. Jadi Yesus adalah sebuah jawaban “Ya” terhadap semua janji Allah kepada manusia. Allah itu baik sebaik janji-janjiNya yang telah di bayar oleh wafat putranya Tuhan Kita YESUS KRISTUS.

Sebab Kristus adalah “ Ya” bagi setiap janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah ( 2 Kor 1:20)

Dalam Alkitab banyak sekali contoh yang bisa kita lihat, seolah-olah Allah terlambat bertindak. Dari penantian Abraham menantikan seorang anak hingga bertahun-tahun. Atau tahun-tahun penderitaan Yusuf dalam penjara Potifar akibat dari lingkungan yang jahat. Atau Masa suram musa di padang gurun setelah melarikan diri akibat membela bangsanya, pada saat dia belum di panggil sebagai gembala buat Israel untuk menuntun mereka ke tanah perjanjian. Disiplin dalam penantian banyak sekali di tulis banyak tokoh alkitab. Bahkan Tuhan kita sendiri bertahun-tahun hidup tidak di kenal di jalan-jalan sempit kota Nasaret. Terkadang pengenapan janji Allah terasa lama sekali dan menjadi membingungkan di dalam kehidupan kita. Tetapi dari semua kisah tokoh di Alkitab, kita sepaham dan sepakat bahwa Allah tak pernah gagal dalam melaksanakan janji-janjiNYa.

“terpujilah Tuhan yang memberikan tempat perhentian kepada umat-Nya Israel seperti yang difirmankan-Nya ;dari segala yang baik , yang telah di janjikan-Nya dengan perantaraan Musa, hamba-Nya tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.” ( 1 raja-raja 8 : 56)

Tetapi teman’s seperti yang saya kutip dalam bukunya Selwyn Hughes, beliau mengatakan “ Hal yang pertama yang harus kita lakukan dalam menghadapi janji yang telah lama tertunda dalah memeriksa apakah benar kita memang menerima janji Ilahi dan bukan menjadi korban dari harapan kosong belaka. Banyak orang mengambil secara sembarangan kata-kata di dalam Alkitab yang sebenarnya ditujukan untuk orang-orang tertentu saja , menerapkanya untuk diri sendiri, kemudian menjadi kecewa ketika ternyata hal itu tidak terjadi. Jadi, periksalah apakah itu janji Allah yang nyata yang di berikan-Nya kepada Anda dari Firman-Nya”. So teman Allah tidak mungkin melupakan janji-janjiNya bila itu memang untuk anda. Dia telah mengingat Abraham; dia juga akan mengingat Anda

Sebab Ia ingat akan firman-Nya yang kudus, akan Abraham hamba-Nya ( mazmur 105:42)

Sebenarnya di dalam setiap janji Allah yang di berikan kepada kita, tidak hanya untuk menyenangkan anda dan saya lalu mengucap syukur dan selesai. Setiap pengenapan janji Tuhan memiliki tujuan yang bersifat Ilahi. Karena kita telah mengambil bagian dalam kodrat ilahi tersebut. Setiap pengenapan Firman-Nya tidak akan hilang begitu saja, tetapi kita memiliki tugas untuk menjadi saksi Kristus, supaya kita bersaksi bahwa Allah telah mengasihani kita. Sehingga setiap orang yang belum mengenal KRISTUS menjadi tahu bahwa ALLAH itu maha pengasih. So guys jika doa anda di kabulkan, tidak bisa anda hanya mengucap syukur dan selesai begitu saja . Tetapi anda harus menjadi saksi KRISTUS maka anda harus bersaksi, supaya anda juga luput dari hawa napsu keserakahan dan keegoisan, yang biasanya terjadi jika kita terlalu di manja oleh TUHAN.

Dengan jalan itu dia telah mengaruniakan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu yang membinasakan dunia. ( 2 petrus 1:4)

Satu hal lagi bahwa Allah tidak pernah melupakan janji-janji-Nya dia akan melaksanakan setiap yang di janjikan-Nya jika benar janji itu untuk anda dan saya. Makannya kita benar-benar butuh hikmat ilahi supaya kita dapat mengenali setiap janji Allah yang di berikan kepada kita. Bagaimana kita bisa mendapatkan hikmat ilahi jika kita sendiri tidak mengenal suara Allah. Supaya dapat mengenal suara Allah berarti kita harus perbanyak mendengar suaranya lewat membaca Alkitab dan berdoa. Bagaimana kita mengenali suaraNya jika kita tidak kenal firmanNya. So teman-teman pengenalan akan firmanNya adalah penting supaya kita tidak disesatkan dan tersesat di dalam keinginan dan ego pribadi masing-masing, Jika kita mengenali suara Allah maka kita tahu bahwa Allah berkuasa melaksanakan apa yang telah di janjikanNya.

…… dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah di janjikanya ( Rm 4:21)

Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia yang menjanjikannya, setia ( Ibrani 10:23)
So teman setelah anda yakin akan janji itu maka ingatlah bahwa Allah melihat dan mengetahui semua dari awal hingga akhir dan ia akan mengenapi semuanya itu pada waktu yang paling tepat. Jadi penundaan terhadap janji Allah bukan berarti sebuah penolakan. Kita tidak boleh sedikitpun meragukanNya. Karena sekali kita mempertanyakan fakta waktu Allah yang paling tepat, kita membuka keraguan di dalam diri kita. Tentu saja kita tidak bisa mencegah keraguan memasuki diri kita, tetapi kita dapat mencegah keraguan tinggal di dalam diri kita. Apa yang telah Allah janjikan kepada kita, maka yakinlah kalau itu akan digenapi. Penundaan buakan berarti penolakan. Tetapi tidak selalu pada waktu yang baik menurut kita, tetapi selalu tepat pada waktunya.

Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahanya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sengguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. ( Habakuk 2 : 3)

So teman-teman jika tahun yang lalu kita masih memiliki janji Allah yang belum di genapi dalam kehidupan kita. Sekarang harusnya kita telah yakin bahwa janji itu akan di genapi pada tahun-tahun berikutnya. Tuhan tifdak akan melupakan janji-janji-NYa tetapi selalu memberikan kepada kita tepat pada waktunya. Amien

Ai'sidin Danuartha

Minggu, 05 April 2009

I am The God that healed thee


Wuih teman-teman udah sekian lama aku tidak menulis lagi, besar kerinduanku untuk bisa menyampaikan segala yang aku pikirkan dan dapat aku bagikan kepada teman2. Terakhir tulisan yang saya buat pada bulan Desember 2008. Berarti sudah 3 bulan saya vakum untuk berbagi cerita .

Selama 3 bulan saya banyak bergumul dengan keegoan saya dan pemikiran yang aneh menurut saya. Sedikit saya sharing tentang bagaimana saya mengenal Tuhan Yesus. Tuhan ku dan tuhan anda juga. Saya seorang kutu buku, banyak buku yang pernah saya baca, dari science , politik, pshicology , religius dan novel. Sudah ribuan buku yang saya lahap pada saat itu usia saya belum genap 12 tahun. Salah satu buku “ The origin Species” karya Charles Darwin dan “ Socrates Judicatures” yang membuat saya tidak percaya adanya Tuhan. Saya menganggap Tuhan itu hanya lah sebuah mythos hasil dari pemikiran manusia terhadap sosok yang dianggap melebihi kemampuan manusia biasa. Tidak jauh beda dengan para dewa yunani, kisah pewayangan , semuanya Hanya dongeng yang di ceritakan turun-temurun.
Akhirnya walau di babtis secara katolik, tapi saya menganggap agama itu hanya sebatas pakaian yang di kenakan. Karena sesunguhnya saya tidak percaya kalau Tuhan itu ada. Saya tahu ada kekuatan-kekuatan paranormal yang biasa melakukan sesuatu melebihi kemampuan manusia biasa. Tetapi dari buku yang saya baca, itu hanyalah sebuah gelombang yang dipancarkan otak manusia yang fungsinya sama seperti antenna. So… semakin baik kita melatih otak kita, kemampuan paranormal itu akan di dapat dengan sendirinya.
Suatu saat , saat itu saya berusia 14 tahun. Dan mengikrarkan pada diri sendiri, bahwa Tuhan itu tak pernah ada, dia ngak punya daya untuk menolong segala kesulitan kita. Karena dia tidak bisa menolong dirinya sendiri, untuk menjadikannya ada. Suatu saat saat memiliki sebuah kesulitan yang sangat berat. Saya memiliki keluarga yang sangat tidak harmonis. Papa saya orang yang sangat keras, beliau sering sekali memukuli saya tanpa alasan yang kadang saya tidak tahu. Tetapi papa lebih sayang kepada kedua adik saya, segala kebutuhan sekolah bahkan untuk keperluan yang tidak penting, papa selalu memberikan uang tanpa bertanya. Tetapi bedanya kalau saya, kalau saya minta uang sama papa saya harus membuat list yang saya minta berikut kwitansinya. Berarti saya harus membayar dahulu baru di rembes ke papa. Terkadang jika ada pertengkaran antara saya dan adik, sikap pilih kasih papa begitu terlihat. Hingga akhirnya terlontar dari mulut papa “ seharusnya dari dulu saya bunuh anak ini”. Perkataan ini saya dengar dan membuat saya menangis untuk terakhir kalinya.
Saya bertanya pada diri saya sendiri “apakah salah saya?, kenapa saya harus dilahirkan?, kenapa tidak ada yang peduli dan care sama saya? Bahkan dari saya kelas 3 SD saya tidak pernah minta uang sama papa, saya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sekolah saya sendiri? Saya tidak pernah nyusahin? Tetapi kenapa mereka (ortu) tidak ada yang sayang sama saya”. Suatu kesempatan saya berpikir, andaikata Tuhan itu ada Dia pasti tidak akan membuat anak-anaknya menderita seperti saya ini. Dia pasti akan menjaga umatnya dari ketidak adilan. Maka waktu itu timbul niat di hati saya untuk mencari sosok Tuhan, semoga DIA itu ada.
Saya mulai mencari Tuhan dari segala macam kitab suci saya baca dari Al Quran, Injil, Dan kitab-kitab lainya tetapi saya tidak menemukan Tuhan. Suatu kesempatan sehabis pulang sekolah, saya berteriak di jalan saya katakan keras-keras “ TUHAN JIKA KAU BENAR-BENAR ADA, AKU INGIN MELIHAT ENGKAU”. Karena saya sudah mulai putus asa akan pencarian saya ini. Tetapi rupanya Tuhan kita adalah Allah yang hidup, ia mendengarkan suara saya, dan ia tidak pernah menunda-nunda menolong saya. Ia segera menjawab kehausan dan kerinduan saya untuk mengenal Dia. Seperti dalam firmannya yang tertulis di alkitab.

Berbahagialah Orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan (Mat 5:6)

Akhirnya suatu saat pada tanggal 28 Oktober 1992 ada ibadat di lingkungan. Ketua lingkungan mengajak mama untuk ikut Misa di rumah salah satu umat. Tetapi karena mama hanya katolik napas ( Natal dan Paskah aja kegerejanya) akhirnya mama malas untuk berangkat misa. Akhirnya dengan ancaman mama menyuruh saya untuk datang ke misa, dengan malas dan berat hati saya pergi ke sana. Karena memang dari niat awal ngak ada, selama misa saya ngobrol saja di luar dengan teman saya sang pemilik rumah. Misa syukur itu dimulai pukul 7.30 dan pada pukul 8.30 saatnya konsekrasi. Lalu pada saat pastur (Rm. Haryo subiyanto,CM) mengangkat hosti tiba tiba lampu padam. Dan keadaan menjadi gelap gulita. Tetapi ada hal yang ajaib yang terjadi, hosti yang terangkat menyala dan menyilaukan seperti lampu sorot. Dan di sebelah kiri atas pastur yang sedang konsekrasi ada sesosok malaikat yang mengunakan jubah putih yang sama terangnya dengan hosti. Malaikat itu memiliki wajah mirip perempuan tetapi postur tubuhnya gagah seperti lelaki dan kedua sayapnya terentang mengepak-ngepak di udara. Begitu Tubuh kristus diangkat malakat tersebut tersungkur dan sujud menyembah hosti yang berada di tangan pastur. Hal yang sama terjadi juga pada saat piala diangkat, malaikat itupun sujud menyembah darah Kristus. Setelah konsekrasi selesai maka malaikat itupun menghilang dan lampu kembali menyala. Menyisahkan aku yang kebingungan mencari jawaban apa yang aku lihat. Dan hanya aku yang melihat kejadian itu, karena semua umat juga ikut menyembah jadi mereka tidak melihat apa2.
Akhirnya aku pulang dengan menyisakan seribu macam pertanyaan. Apakah itu yang namanya malaikat? Kenapa malaikat sujud terhadap benda mati ( hosti) yang di tunjukan pastor? Jika malaikat itu pembantu Allah berarti selayaknya dia hanya menyembah Allah? Jadi apakah ada wujud Allah di dalam hosti itu? Apakah hosti itu benar-benar Allah?. Spanjang malam aku memikirkannya tetapi tak menemukan jawabanya.
Sebulan kemudian aku bermimpi, melihat banyak malaikat terbang di angkasa dan memuji allah. Dan mereka bernyanyi gembira. Ini adalah salah satu nyanyian yang aku rasa aku dengar pada saat itu. Mereka bernyanyi dengan bahasa yang tak pernah aku dengar sebelumnya. Tetapi begitu Agung dan megah suaranya, tak ada yang lebih indah dari nyanyian para malaikat. Salah satu sepertinya berbunyi sepert ini.

I am The God that healed thee
I am The Lord Your Healer
I send My Word and healed you disease
I am The lord your healer
I am The Lord who heals you ( exodus 15:26)

Setelah saat itu cara berpikir ku menjadi berubah 180 derajat. Aku bertobat dan percaya akan adanya keselamatan yang Tuhan Yesus berikan secara Cuma-Cuma. Tetapi permasalahan hidup tidak selesai begitu saja. Aku mulai pada saat itu mempelajari alkitab dengan sungguh-sungguh. Aku benar2 punya kerinduan untuk dapat melihat hal itu lagi. Tapi aku sungguh bersyukur pada Tuhan. Dengan kebobrokan keluargaku, kurangnya perhatian dan pergaulan dengan anak2 jalanan di Jakarta, Tidak membuatku masuk kedalam lembah kelam. Terkadang aku berjualan Koran di dalam komplek lokalisasi Kramat Tunggak. Yang pada saat itu adalah daerah paling rawan kejahatan di Jakarta. Aku pilih disana berjualan, karena penghuni di sana sangat royal dalam membayar. Koran yang seharga Rp.200 terkadang mereka membayar Rp.500. Bahaya tidak aku takuti karena uang yang aku dapatkan, terlebih lagi aku percaya akan firman tuhan yang berbunyi…

Sekalipun akau dalam lembah kekelaman , aku tidak takut bahaya sebab Engkau besertaku (mzm 23:4a)

Aku benar-benar bersyukur kepada Tuhan, karena Ia begitu baik dan tak pernah meninggalkan anaknya sendirian. Lepas dari sekolah aku melanjutkan kuliah yang aku anggap mustahil pada saat itu. Tetapi aku yakin Tuhan tidak akan membiarkan aku terlantar, Tuhan tahu bagaimana usahaku untuk tetap bersekolah dengan biaya sendiri. Sejak kelas 4 SD aku sudah membayar keperluan ku untuk sekolah ( Uang pendaftaran, SPP, Buku) dengan uang tabunganku, dari setiap pekerjaan yang aku jalani. Semua pekerjaan ini pernah aku lakukan yang uangnya aku gunakan untuk sekolah yaitu, Loper Koran, Tukang potong ayam, Pemulung, kernet Bis. Dan dengan pekerjaan seperti ini aku tidak berani bermimpi untuk dapat kuliah, Tetapi Tuhan Allahku selalu memberikan yang terbaik buiat anak2nya. Dengan ajaibnya Dia menuntun aku untuk tetap bercita2 untuk dapat kuliah. Segala beasiswa aku ikuti, tetapi tidak ada yang bisa aku dapatkan, waktu itu aku sudah mau menyerah saja. Tetapi Dia mengabulkan segaka doaku, akhirnya aku mendapatkan gelar Sarjanaku setelah berdoa selama 10 tahun. Waktu yang lema memang, tetapi janjinya tak pernah dia lupakan. Karena Dia , aku tak pernah takut menghadapi segala problema kehidupan. Tuhan yang mengubah aku dari orang yang pemarah menjadi orang yang penuh dengan rasa syukur.

Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidup ku , terhadap siapakah aku harus gemetar ( mzm 27:1)

So Teman , banyak hal yang seharusnya dapat kita pandang lebih positif. Segala permasalahan yang aku alami justru itulah yang membentuk aku menjadi seperti sekarang ini. Tuhan yang mendidik aku menjadi kuat. Jadinya aku tak pernah menyesal punya papa yang keras, keluarga yang tidak care. Tetapi aku bersyukur karena boleh mengalami itu semua dalam hidupku.

Kisah lainnya dapat di lihat di.
http://ladangalam.blogspot.com

Aiksidin Danuarta