Tampilkan postingan dengan label Love With another way. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love With another way. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 September 2009

Kasih itu nyata


Sembilan bulan terakhir ini aku sedang dekat dengan seorang gadis. Aku pikir bahwa saat pencarian akhirku sudah mulai dekat. Aku mulai menemukan apa yang aku anggap menjadi pasangan hidupku. Belahan jiwaku dan sesuatu yang indah yang mungkin tidak akan aku lupakan.
saat benih-benih ini mulai tumbuh rasa sayang di dalam hatiku... rasa ini semakin nyata. Bahwa aku ini orang yang beruntung dan sangat sangat beruntung.
Ada seorang yang aku kasihi , orangnya cantik dan menarik, tetapi dia orang yang tertutup. Banyak sekali luka yang di bawanya..... banyak sekali hal yang membuat dia terluka, dan aku ingin sekali membantu dia untuk menyembuhkanya.
tetapi entah kenapa ya... aku bukan menyembuhkan dia... tetapi malah membawa luka baru baginya.
Pada saat aku mendekati dia Setan membuat dua buah pilihan kepada aku... yang aku sulit untuk menunjukan pada dia.
1. setan berkata kepadaku, tinggalkanlah YESUS dan ikutilah aku, maka kamu akan memiliki dunia ini. Aku akan memberikan kepadamu rumah besar, mobil yang mewah dan harta yang berlimpah, dan gadis itu akan semakin mengasihi engkau, dan kedua orang tuanya tidak akan memojokan kamu. mereka akan terima engkau apa adanya. Tetapi tinggalkanlah imanmu dan ikutilah aku.....
( aku mulai berpikir, segala sesuatu yang di tunjukan oleh dia adalah hal yang sedang aku raih, cita citaku dan masa depanku. aku berpikir apa gunanya aku memiliki segala-galanya tetapi aku kehilangan kasih TUHAN di dalam hidup ku, tetapi aku juga takut kehilangan Dia orang yang aku kasihi selama ini)
salahkah jika aku memiliki kedua-duanya, tetapi kadang hidup ini adalah pilihan dan kita harus memilih sesuatu. aku mencoba menunjukan kepada Dia ada yang lebih penting daripada apa yang mau kita raih yaitu kemewahan duniawi..... tetapi sangatlah sulit menjelaskannya. pilihan ini hitam putih. Jika aku pilih hitam aku mendapatkan kekayaan dan cinta darinya tetapi aku kehilangan kasih Tuhan. jika aku pilih putih aku kehilangan kasih darinya, Dia akan meninggalkan aku. sedih sekali rasanya,,,,,,,,:(

lalu selama proses ini berlangsung belum selesai, aku sedang melayani sebuah keluarga yang sedang dihancurkan oleh kuasa kegelapan. Keluarga yang tadinya kaya raya, memperoleh semuanya dengan mudahnya dengan menyembah Setan. Tetapi Akhirnya keluarga ini mulai diruntuhkan oleh setan. Sang ibu dalam keadaan sakratul maut di RS, sang kakak berjuang dan berdoa untuk memenuhi biaya perawatan mamanya diRS yang membengkak tidak karuan. malahan sekarang adiknya juga masuk ICU karena gegar otak, akibat kecelakaan yang di sebabkan oleh karya iblis.

Aku berdoa 2 hari 2 malam untuk keselamatan keluarga tersebut. Supaya TUHAN memberikan karya yang paling terbaik. Tetapi entah kenapa, Dia orang yang aku kasihi sepanjang hari selalu berbicara dengan nada yang tinggi. Bad Mood dan marah-marah tanpa sebab. Aku tahu aku sayang sama dia, tetapi aku merasa bahwa aku ini orang bodoh yang mencoba merangkul gunung. Aku berusaha untuk jujur segalanya kepada Dia mengatakan apa yang aku pikirkan, apa yang aku takutkan, apa yang aku rasakan. tetapi karena kebodohanku, yang terlalu berkata jujur sepertinya atau apa aku tidak tahu... Dia memberikan sebuah keputusan yang sangat berat bagiku, kalau kita hanya sebuah persahabatan.
aku terhenyak, shock dan berpikir apakah aku salah.... tetapi keputusan sudah bulat dan sangat sulit untuk berubah.... sebuah kesalahan besar sudah aku lakukan, dan tidak bisa di sulit di perbaiki. Aku mulai menangis.... menyalahkan diri sendiri, mengapa hal ini selalu terjadi. Begitu aku mulai mengasihi orang lain dengan segenap jiwa ini. mengapa selalu diambil dari padaku... mengapa TUHAN tidak adil kepadaku, mengapa orang lain yang tidak pernah melayani dia selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan. kenapa aku yang punya Allah yang Maha kuasa, Maha kaya tidak bisa memiliki hal yang sangat-sangat kecil. Aku cuma ingin ada orang yang mau mengasihi aku dengan tulus, mendampingi aku di sisa usia ku ini. Mengapa TUHAN tidak adil kepadaku....
Semalam aku takut mati, karena aku tahu jika Iblis mengincar nyawaku. Semalam turun kejalan raya adalah suatu hal yang paling aku takutkan. Karena sore tiba-tiba hujan deras di saat kami mau turun tanggan untuk menghancurkan sebuah altar iblis. Tetapi dengan segala kesedihan aku tetap berjalan menuju chapel.... aku lebih takut kehilangan Dia, daripada kehilangan nyawaku. dengan harapan Tuhan mau menolong aku.
Sepanjang jalan Iblis mulai berkata lagi kepadaku " mengapa kamu mencampuri urusanku, kenapa kamu selalu mengacaukan rencanaku... sekarang lihatlah, aku akan menghancurkan hidupmu, hatimu dan jiwamu"
aku hanya terhenyak diam dan di dalam hatiku meminta pertolongan Tuhan
Setan memang telah menghancurkan kerukunan di dalam keluargaku... yang sekarang kedua orang tuaku mulai saling cuek-cuekan.
Setan juga telah memisahkan aku dengan Dia... gadis yang aku kasihi
Dia telah menghancurkan mimpiku, harapanku dan semua cita-citaku. sebuah harga yang harus aku bayar untuk menyelamatkan sebuah keluarga dari karya setan.
aku masih berdoa supaya Tuhan menyelamatkan nyawa mama dan adik dari sahabatku ini. Dan aku berdoa supaya karya iblis di hancurkan di dalam keluarga ini. Harga yang harus aku bayar, bahwa iblis juga mulai berusaha menghancurkan hidupku.
sekarangpun aku tak tahu, apakah pintu maaf masih terbuka untuk aku... apakah hubungan ini masih bisa di lanjutkan tetapi aku cuma ingin mengatakan kepada dia.

Aku ingin membasuh air matamu
Biar luka itu kering dan kau bisa melukis dirimu di birunya mata air tanpa air mata lagi aku ingin menghirup mata airmu Biar kehausan rindu ini tergenangi hanya itu kok... tidak lebih

Satu pesan Tuhan yang aku dapatkan dari Dia.
Yak 2 : 26.
sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian juga iman tanpa perbuatan adalah mati.
Kol 4 : 12
untuk kamu supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang dewasa yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang di kehendaki Allah.

Aku selalu meyakini jika Allah punya kehendak yang terbaik buat anak-anaknya..... aku yakin bahwa rancangannya indah tepat pada waktunya. Dan ujian ini boleh aku lalui supaya aku makin bersinar seperti emas yang murni.
amien
thanks for you girls, karena kamu sudah memberi warna-warni yang indah di dalam hidupku.
kamu memberikan arti untuk apa aku hidup
kamu yang telah memberikan semangat untuk terus berjuang menjadi yang terbaik
proposal ku bukanlah yang terbaik
tetapi aku tetap sayang sama kamu... selamanya

Rabu, 18 Maret 2009

Leli Yunita


Aku ingat dimana aku jatuh cinta dan mengejar seorang gadis pertama kali. Waktu itu aku masih semester 3 namanya Leli Yunita. Dia saat itu masih kelas 2 SMK. Kami pertama kali berkenalan di gua Maria Kereb Ambarawa. Waktu itu dia pergi bersama kakak angkat saya namanya Murwandono atau biasa di panggil Wawan. Leli anak yang manis dan tinggi juga sedikit pendiam. Ada tahi lalat kecil di bibir kiri atasnya yang membuatnya terlihat makan cantik saat dia tersenyum. Wow…. Pikirku aku jatuh cinta untuk pada pandangan pertama. Satu hal lagi yang membuat aku semakin tertarik pada Leli karena Ia memiliki tanggal lahir yang sama dengan tanggal lahir ku…… Perkenalan pertama adalah membuat ku merasa jantung ini berdetak keras sampai-sampai lutut ini lemas. Entah untuk tetap berdiri adalah satu perjuangan berat bagiku. Akhirnya dari beberapa pertanyaan aku kepada Wawan. Aku baru tahu kalau dia tinggal di dekat kos Wawan.
Waktu itu Wawan masih berpacaran dengan seorang gadis satu gereja, saat itu hubungan mereka sedang retak. Dan Leli merupakan pelarian dari Wawan untuk melupakan kisah cintanya yang sedang berantakan. Suatu saat di sebuah kesempatan aku menanyakan kepada Wawan sejauh mana dia ingin berhubungan dengan Leli. Wawan mengatakan dia cuma ingin menganggap Leli sebagai adik saja tidak lebih, karena Leli bukan type gadis yang dia cari. Wow…. Angin segar menurut aku inilah saatnya aku bergerak, maka mulai saat itu aku rajin main ke rumah Leli walau mungkin hanya untuk sekedar ngobrol. Gerilya kepada dia untuk menunjukan rasa kalau aku care dan peduli pada dia. Segala hal yang dia butuhkan aku selalu siap membantu, dari ngajarain dia matimatika, sampai membetulkan setrika yang rusak di rumahnya. Akhirnya terjadi kedekatan antara kami berdua… suatu kedekatan yang cukup baik…. Akhirnya Leli menanyakan kenapa Wawan sudah tidak pernah main lagi ke rumahnya. Karena dia merindukan Wawan dan jatuh cinta kepadanya…. Hmmm ini merupakan pukulan telak bagi saya, berarti selama ini perjuangan saya sia-sia, Leli Cuma menganggap saya sebagai seorang teman dan tidak lebih dari itu. Hatinya masih menyukai Wawan dan berharap Wawan datang kepadanya. Akhirnya karena aku mengasihi dia, aku ngak mau dia bersedih, aku mengatakan kepadanya akan mengajak wawan main kerumahnya. Saat itu aku melihat senyuman keceriaan yang berbeda di wajahnya, senyuman pengharapan akan cinta Wawan dan benar-benar menghancurkan aku.
Akhirnya aku menanyakan kepada Wawan kenapa dia ngak pernah main lagi ke tempat Leli. Wawan cuma berkata kalau dia ngak punya perasaan apa-apa. Dia tidak mau Leli menganggap perhatiannya karena dia suka sama Leli. Dia cuma ingin menjalin persahabatan seperti layaknya kakak dan adik. Dan rupanya wawan juga mencium gelagat kalau aku menyukai Leli. Lalu dia mengatakan kepadaku “ Untuk kamu aja ik “. Tetapi saat itu aku menyangkal aku cuma ingin membantu aja, ngak ada maksud lain. Aku menyangkal dengan omonganku kalau aku menyukai Leli. Setiap kali aku bertemu dengan Leli aku selalu berjanji untuk mempertemukan dia dengan Wawan. Dan akhirnya ,karena aku sayang banget dengan Leli dan aku ngak mau dia bersedih terlalu lama, akhirnya aku buat rencana untuk mempertemukan mereka berdua. Pertama adalah aku mengajak Leli untuk bertemu dengan Wawan di suatu tempat. Lalu aku berjanji kepada Wawan untuk mengajak dia makan di Pizza Hut yang waktu itu masih baru buka di kota kami. Lalu aku mencari pinjaman sebesar Rp 50.000 yang aku anggap cukup untuk makan kami bertiga.
Rencana berjalan dengan mulus, aku menjemput Leli di rumahnya. Dan dia berpenampilan sangat cantik waktu itu. Aku belum pernah melihat dia berpenampilan secantik itu. Tentu saja untuk bertemu dengan orang yang di cintainya, rasa sakit mulai mengiris hatiku. Kami naik angkutan menuju pusat perbelanjaan di kota kami. Lalu aku menelpon wawan dan mengatakan kalau kami sudah akan sampai, setibanya di sana aku langsung memesan meja dan makanan. Aku pesan porsi yang paling besar karena aku pikir mungkin cukuplah buat kita bertiga. Tak lama kemudian Wawan datang dengan senyum kecut, karena ia kaget bertemu dengan Leli. Aku mempersilahkan Wawan duduk dan memesan minuman. KehenIngan terjadi cukup lama… suasana yang tidak enak menurut aku. Kita seperti berada di beberapa planet yang berjauhan, Wawan menatap aku dengan pandangan menghujam dan mempersalahkan aku. Lalu akhirnya aku angkat bicara… aku mengatakan kalau aku ingin Wawan jujur kepada Leli. Aku Cuma mengatakan aku ingin mereka berdua kembali rukun dan tidak saling menyembunyikan perasaan. Aku meminta mereka menyelesaikan masalah ini dan aku akan meninggalkan mereka berdua untuk berbicara. Lalu aku berdiri dari kursi dan meninggalkan mereka berdua dan duduk di luar sebentar. Dari luar aku melihat Wawan berbicara dengan Leli, dan aku melihat Leli terisak-isak. Hatiku serasa di sayat sembilu dan pedih melihat Leli menangis. Tak lama kemudian mereka memanggil aku masuk. Tatapan keduanya seolah-olah menyalahkan aku…
Tak lama kemudian setelah aku datang mereka mengatakan kalau mereka sudah selesai berbicara dan sekarang mau pulang. Lalu aku mengatakan makanlah dulu setidaknya, karena aku melihat pizza di meja belum habis dan baru beberapa potong yang disentuh. Tetapi mereka memaksa untuk pulang. Akhirnya aku meminta Bill tetapi aku sedikit kaget karena semuanya habis Rp 62.000 dan aku hanya punya uang Rp.50.000. aku bingung bagaimana membayarnya. Lalu aku ajak Wawan ke toilet dengan maksud meminjam uang Rp 12.000,-. Wawan meminjamkan tetapi selama di toilet dia mengatakan tidak suka atas rencana aku ini. Dan dia mengatakan kalau aku ngak punya uang tidak usah mengajak kami makan. Setelah aku bayar Bill nya kami segera meninggalkan meja yang masih utuh makanan dan minumannya. Aku merasa pedih karena makanan itu aku beli dengan uang pinjaman tetapi tidak tersentuh juga. Wawan segera menghilang, entah kemana dan aku masih mengantarkan Leli yang masih terisak ke angkutan umum terdekat. Aku mengatakan kalau aku tidak bisa mengantarnya sampai rumah, alasanku bahwa aku mesti kuliah malam . Tetapi sesungguhnya aku sudah tidak punya uang sepeserpun. Kuhantar kepergian angkutan umum itu dengan hati pedih, karena aku masih melihat Leli yang terisak-isak.
Akhirnya aku pulang jalan kaki, padahal jarak dari pusat perbelanjaan ke rumah saya cukup jauh sekitar 10 km. Perjalan memakan waktu 6 jam hingga tiba dirumah jam 12 malam. Selama perjalanan aku berpikir.
aku memang sayang dengan Leli, salah kah aku jika aku berkorban untuk merelakan dia ke wawan… asalkan dia bahagia…. Salahkah?
Salahkah aku mengajak mereka bertemu, supaya mereka bisa menunjukan perasaan masing-masing… toh aku mengajak mereka bertemu karena aku tidak tahan terhadap rongrongan Leli yang selalu menagih janji kepadaku, supaya dipertemukan dengan Wawan?
Apakah aku salah menaruh perasaanku dengan seseorang, aku tidak bahagia, aku sakit hati, aku sedih…. Tidak apa-apa, asalkan orang yang aku kasihi bahagia…?
Pertanyaan ini masih belum bisa aku jawab hingga saat ini. Akhirnya beberapa hari kemudian aku main ketempat Leli, tetapi dia tidak mau menemuiku. Ibunya marah kepadaku karena membiarkan dia pulang sendirian dan aku meminta maaf. Lalu ibunya juga mengatakan kalau dia kecewa dengan Wawan karena menyia-nyiakan anaknya. Lalu Ibunya menanyakan kepada aku apa perasaan aku. Aku berkata kalau aku memang suka pada Leli, dan aku sayang sama dia. Tetapi aku tidak pernah dan tidak akan memaksakan perasaanku kepada Dia. Lalu ibunya berkata kalau Leli sesungguhnya tahu perasaanku, dan dia hanya menganggap aku sebagai saudara. Aku menjawab kalau aku juga tahu, justru karena itu aku mengusahakan yang terbaik buat dia. Aku tahu juga kalau Leli bersembunyi di dalam dan tidak mau menemui aku. Maka tidak lama kemudian aku pamit pulang. Berkali-kali sesudahnya aku masih bersusaha menemui Leli, tetapi dia tidak mau menemui aku… Pertemanan kita berakhir dengan begitu saja, tetapi yang paling menggenaskan adalah setelah pengorbananku yang aku lakukan. Pengorbananku tetaplah sia-sia, kisah cinta ini kandas tanpa aku bisa menemukan jawaban-jawaban dari semua pertanyaanku diatas…