10 Orang yang mengaku pernah dibawa ke neraka
Jan 2nd 2012, 14:00
1. PDT. PHILLIP MANTOFA
Dibawa ke neraka oleh Tuhan tanggal 1 Januari 2000. Di sana beliau melihat bagaimana orang-orang yang tidak mengenal Tuhan disiksa oleh iblis terus menerus tanpa berhenti. Dia melihat jurang api tanpa dasar dan melihat wanita yang suka berselingkuh serta cowok yang suka masturbasi sedang disiksa.
2.`JENNIFER PEREZ Dibawa Tuhan ke neraka pada tanggal 2 Mei 1997. Waktu itu umurnya baru 15 tahun. Di neraka dia melihat setan-setan menyiksa jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Ada yang dipancung, ada yang ditusuk-tusuk badannya. Pulang dari neraka dia langsung bertobat.
3. BILL WIESE Beliau pernah ada di neraka selama 23 menit. Di sana dia merasa sendirian, ketakutan melihat setan sedang menyiksa orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan, melihat daging terbakar dan bagaimana baunya yang membuat mual. Pengalamannya di neraka ditulis dalam buku "23 Minutes in Hell."
4. ELIZABETH September 2001 pada saat sedang doa syafat di gerejanya, Elizabeth dibawa Tuhan ke neraka. Di sana dia melihat bagaimana orang-orang minta tolong supaya dilepaskan dari penderitaan abadi (penderitaan selama-lamanya) di neraka, tapi sudah terlambat. Kebanyakan dari mereka digerogoti ulat yang makan daging mereka dan ada pula yang dibakar oleh api (baca ALKITAB, MARKUS 9:43-48)
5. MARY KATRIN BAXTER Seorang hamba Tuhan yang sering dikunjungi Tuhan ini dibawa ke neraka tahun 1976. Di sana di melihat ada lembah berbentuk mangkuk yang berisi api yang tidak pernah padam (sesuai dengan ALKITAB, MARKUS 9:43-48). Di dalam api itu ada orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan. Mereka dihukum disana selamanya. Kesaksian itu dibuat buku yang diberi judul "A Divine Revelation Of Hell."
6. IAN MCCORMACK
Ian McCormack memang suka berenang. Suatu hari bulan Mei 1982, waktu sedang berenang di pantai dia disengat ubur-ubur. Dia langsung dibawa ke rumah sakit. Waktu dalam perjalanan ke rumah sakit itu, rohnya dibawa ke neraka. Neraka itu benar-benar gelap, tidak ada cahaya sedikitpun dan tidak bisa melihat apa-apa di sana. Tapi dia tahu, dari suara-suara yang ada di sekitarnya kalo dia sedang berada di neraka. Puji Tuhan, Tuhan mengeluarkan dia dari kegelapan dan membangkitkannya kembali.
7. (ALM) PDT. KENNETH HAGIN Salah seorang hamba Tuhan yang pernah meninggal dan dibawa Tuhan ke neraka sampe 3 kali. Di neraka dia sempat mau dibawa masuk ke bagian terdalam oleh satu roh jahat, untungnya ada Tuhan (atau malaikat-Nya) yang mencegah Pdt. Hagin masuk. Kesaksiannya bisa dibaca di bukunya "Aku Pernah ke Neraka."
8. P.S. DANIEL EKECHUKWU
Hamba Tuhan dari Nigeria ini mengalami kecelakaan mobil dan sudah dinyatakan meninggal. Tapi 3 hari kemudian dibangkitkan lagi oleh Reinhard Bonke. Selama 3 hari itulah beliau dibawa Tuhan ke neraka. Disana dia melihat orang-orang yang makan dagingnya sendiri, terus dimakan lagi. Terus begitu sampai selamanya.
9. REV. CHOO THOMAS
Hamba Tuhan ini terkenal dengan bukunya, "Heaven Is So Real". Selain pernah ke surga, dia juga pernah dibawa Tuhan ke neraka sebanyak dua kali. Di neraka dia melihat orang-orang yang disiksa sampai mukanya tidak berbentuk lagi. Malahan dia tidak bisa mengenali neneknya sendiri.
10. BERNADA FERNANDEZ Wanita latin yang tinggal di New York ini dibawa Tuhan ke neraka dan melihat proses penyiksaan abadi di sana. Yang membuat dia kaget adalah bahwa banyak orang Kristen yang dia kenal ternyata ada di neraka.
Senin, 09 Januari 2012
Kamis, 03 November 2011
emily rose versi asli
SETAN MERASUKI TUBUH WANITA HINGGA WAFAT
Di Indonesia, kasus orang yang mengalami kesurupan sering kita dengar. Bahkan beberapa waktu lalu, banyak sekolah yang melaporkan bahwa sejumlah siswanya mengalami kesurupan. Di negara barat pun, kasus kerasukan makhluk halus juga pernah terjadi, salah satunya adalah kasus Anneliese Michel yang terkenal. Bahkan kisahnya telah diangkat ke layar lebar dalam dua versi. Sebagai catatan, artikel ini tidak bermaksud menyinggung SARA, jadi hanya sebatas untuk pengetahuan saja.Anneliese Michel lahir September 1952 di Klingenberg, Bavaria, Jerman. Ia merupakan seorang gadis Katolik yang taat, pada tahun 1968, ketika ia berumur 16 tahun (SMA), Anneliese mulai menderita kejang-kejang. Tidak dapat berbicara, berteriak, atau meminta bantuan, ia kemudian menjelaskan bahwa dia merasa seolah-olah ada sesosok tubuh besar yang terasa berat duduk di dadanya.

Ketika Anneliese berusia 23 tahun, seorang teman lama keluarga mencatat bahwa Michel (Anneliese) tidak mampu berjalan melewati ikon Yesus Kristus seperti salib dan menolak untuk minum air suci. Dia menyimpulkan bahwa Anneliese menderita kerasukan setan dan menyarankan untuk membawanya ke paranormal. Ia dibawa ke seorang dukun di kota terdekat dan kembali diperiksa. Michel diagnosis kerasukan setan. Pada saat ini, Anneliese mulai menghina, memukul, dan menggigit orangtuanya. Dia menghancurkan gigi di dinding dan mulai memotong tubuhnya dengan pisau. Dia menolak untuk makan atau minum menjelaskan bahwa setan tidak akan mengizinkannya. Lalu orangtua Anneliese, membawanya pergi ke dokter psikiater untuk berobat, Anneliese pun diberikan obat oleh dokter tersebut.
Namun, kondisi Anneliese tetap tak kunjung membaik. Kondisi ini pun membuat orang tua Anneliese meminta bantuan kepada gereja untuk menolong Anneliese. Gereja Katolik pun memberikan izin untuk melakukan pengusiran setan atau disebut eksorsisme. Ritual eksorsisme dilakukan selama sekitar 10 bulan pada tahun 1976. Total sebanyak 67 sesi eksorsisme diadakan, 1 atau 2 eksorsisme per minggu, dan beberapa eksorsisme berlangsung hingga 4 jam.
Saat Anneliese mengalami kerasukkan, ia menjadi sangat kuat bahkan dibutuhkan 3 orang dewasa untuk menjatuhkannya. Bahkan saking kuatnya, Anneliese pun diikat di tempat tidur dengan menggunakan rantai untuk meredam kekuatannya. Tak hanya kuat, Anneliese berbicara dengan berbagai bahasa dan suara ketika kerasukkan, ia pernah bicara dalam bahasa Ibrani, yang mengatakan, “Kami adalah orang-orang yang diam di dalamnya. Saya salah satu yang tinggal di dalam Kain.”
Selama proses pengusiran setan itu, Anneliese berteriak-teriak, buang air kecil ataupun besar sembarangan, menanggalkan pakaiannya, bahkan ia sangat anti terhadap benda-benda rohani seperti salib, rosario, dan lain-lain.
Pada akhirnya 1 Juli 1976, Anneliese pun meninggal dunia, hari dimana tepatnya kemarin 30 Juni 1976 Anneliese menjalani ritus eksorsisme. Anneliese di saat terakhirnya ia mengucapkan kata-kata terakhir kepada ibunya, “Ibu, aku takut” Dan di malam itu (1 Juli 1976), Anneliese Michel meninggal dalam tidurnya. Laporan otopsi menyatakan bahwa kematiannya akibat dari kekurangan gizi dan dehidrasi.
Meninggalnya Anneliese Michel pun berdampak buruk kepada 2 pastor yang melakukan ritual pengusiran tersebut. 2 pastor yang memimpin pengusiran setan, Pastor Alt dan Renz serta ayah Anneliese dituduh bersalah karena memungkinkan terjadinya kematian pada Anneliese. Diduga karena menjalani pengusiran setan dan penghentian obat yang diberikan oleh dokter psikiater yang membuat Anneliese akhirnya meninggal dunia pada tanggal 1 Juli 1976
BERIKUT INFO LENGKAP TENTANG KRONOLOGIS KERASUKAN MICHEL...
Orang Yang Pertama Kali Mengetahui Bahwa Michel Telah Dirasuki
Orang yang pertama kali mengetahui bahwa Michel telah dirasuki oleh roh jahat adalah seorang wanita tua yang mendampingi Michel ketika ia berziarah. Wanita itu menyadari keanehan pada diri Michel ketika Michel berulangkali menghindar ketika melewati lukisan Jesus. Michel juga menolak ketika diberi air suci dari sumber mata air. Wanita itu juga mengatakan bahwa ia merasakan aura yang berbeda ketika berada didekat Michel.
Seorang dukun dari kota terdekat memeriksa Michel. Ia menyimpulkan bahwa Michel memang telah dirasuki oleh roh jahat. Orang tua Michel meminta ritual pengusiran roh jahat kepada dukun itu, namun dukun itu menolak. Akhirnya, mereka meminta bantuan kepada Uskup setempat.
Siapakah Orang Yang Melakukan Ritual Pengusiran Roh Jahat ?
Orang tua Michel yang putus asa kemudian meminta bantuan seorang Uskup untuk menyembuhkan Michel. Uskup yang bernama Joseph Stangl ini kemudian menugaskan dua orang pendeta, yaitu Pastor Arnold Renz dan Pendeta Ernst Alt. Keduanya ditugaskan oleh sang Uskup untuk melakukan ritual pengusiran besar terhadap Anneliese Michel.
Ritual Exorcist yang dilakukan kedua pendeta ini berdasar pada " Rituale Romanum " sesuai dengan hukum Cannon yangberlaku pada abad ke-17 ( saya tidak tahu maksud dari hukum Cannon ). Pastor Arnold Renz adalh mantan misionaris di China, sedangkan Pendeta Ernst adalah seorang Pendeta biasa di tempat asalnya.
Mereka berdua melakukan ritual pengusiran roh jahat terhadap Anneliese Michel selama 10 bulan, yang terdiri dari 67 sesi. Setiap minggu, kadang dilakukan satu atau dua sesi ritual. Beberapa sesi bahkan berlangsung hingga 4 jam.
Apakah Anneliese Melihat Sosok Setan Pada Orang Di Sekitarnya ?
Menurut The Washington Post, Anneliese mulai melihat sesosok setan pada setiap orang yang dilihatnya saat ia mulai mengalami gejala aneh diatas. Ini mungkin menjelaskan mengapa Anneliese sering histeris secara tiba - tiba.
Bahkan kedua pendeta tadi yakin bahwa sejak mereka melakukan ritual pengusiran, roh yang merasuki Anneliese semakin memperparah keadaan Anneliese.
Lalu, Roh Jahat Apa Yang Merasuki Anneliese ?
Anneliese sendiri mengatakan kepada dua pendeta itu, bahwa ada beberapa roh yang kini merasuki dirinya. Dia menyebutkan ada roh Judas Iscariot, Adolf Hitler, Nero, Cain, Fleischmann, dan yang paling kuat, yaitu Lucifer. Dia juga menyebutkan bahwa sisi gelap dari dirinya juga turut merasukinya.
Kedua pendeta ini bahkan kerap berhadapan dengan roh Lucifer yang menolak untuk keluar dari tubuh Anneliese. Mereka mengatakan bahwa rroh ini adalah roh yang paling sulit untuk dihadapi.
Apakah Ritual Pengusiran Roh Ini Berdampak Pada Tubuh Anneliese ?
Anneliese telah menjalani 67 sesi ritual pengusiran roh jahat selama 10 bulan. Selama itu pula, Anneliese mengalami sejumlah kerusakan pada bagian tubuhnya. Ligamen di lututnya telah pecah, kakinya juga mengalami kelumpuhan, sehingga pada saat - saat tertentu, orang tua Michel membantunya.
Kematian Anneliese Michel
Pada tanggal 1 Juli 1976, Anneliese Michel ditemukan telah meninggal. Menurut otopsi, Michel meninggal akibat dehidrasi parah dan kekurangan gizi. Sebelum kematiannya, Michel selalu menolak untuk makan. Dia percaya bahwa tindakannya itu akan mempercepat kematiannya, dan itu satu - satunya cara untuk mengusir roh - roh jahat yang tengah merasukinya. Tentunya, hal ini membuat kedua orang tuanya sangat sedih. Sebelum kematiannya, Anneliese sempat mengutarakan kata - kata terakhirnya " Beg for Absolution ", ini ditujukan kepada kedua pendeta yang telah berusaha menolongnya, dan untuk ibunya ia berkata " Mother, I'm Afraid."
Mengapa Anneliese Michel Dirasuki Roh - Roh Jahat ?
Belum ada keterangan pasti mengenai penyebab Michel dirasuki oleh roh - roh itu. Dia adalah seorang yang religius, begitu juga dengan keluarganya. Hanya saja, 4 tahun sebelum Anneliese lahir, ibunya melahirkan seorang anak hasil hubungan gelapnya yang bernama Martha. Ketika Anneliese masih kecil, ibu Michel mendorongnya untuk melakukan penebusan dosa atas dosa yang dilakukan oleh ibunya dahulu. Pendeta yakin, ini adalah sebab utama Anneliese dirasuki oleh roh - roh itu. " Ini seharusnya tidak terjadi. Ini adalah pengorbanan seorang anak kepada ibunya ", kata Pendeta Ernst.
Kontroversi Dalam Hukum
Bagaimana pun juga, hukum masih berlaku dalam kasus Anneliese. Pengadilan setempat menjatuhkan hukuman 6 bulan masa percobaan hukuman terhadap kedua pendeta tadi dan keluarga Anneliese. Tuduhannya adalah mereka dianggap menghalangi upaya medis untuk melakukan pertolongan terhadap Anneliese. Namun, seorang pengacara membela mereka karena merasa apa yang dilakukan pihak keluarga dan pendeta tadi adalah upaya untuk menyembuhkan Anneliese.
Kamis, 27 Oktober 2011
injil-ijil apokrip
infancy Gospel of Thomas
Injil ini diperkirakan ditulis pada permulaan abad ke-2. Cerita-cerita yang diceritakan memberikan informasi tentang aktivitas-aktivitas Yesus yang dimulai pada usia yang masih muda. Injil ini berisikan cerita-cerita mujizat yang dilakukan oleh Yesus pada masa umur 5 sampai 12 tahun. Yesus dilukiskan sebagai anak yang sudah memiliki kemaha-tahuan dan kemaha-kuasaan. Misalnya, Yesus membuat burung pipit dari tanah liat dan menghidupkannya. Ia menyembuhkan yang terluka, membangkitkan yang mati, menyelamatkan saudaranya dari gigitan ular yang mematikan, membantu usaha keluarga dengan melakukan mujizat, dan juga menunjukkan superioritas dalam pengetahuan dibandingkan dengan guru-guru-Nya,
Selain melakukan mujizat untuk tujuan baik, Yesus juga digambarkan sebagai anak yang dimanja, tidak bisa dikontrol, dan adakalanya jahat dalam menggunakan mujizat. Sebagai contoh, ia membunuh seorang anak laki-laki hanya karena menyenggol bahunya, menyebabkan orang lain yang mengolok-olok dia menjadi buta, membunuh guru-Nya yang menghukum Dia, juga mengancam bapaknya sendiri.
Injil Petrus
Injil ini ditemukan pada tahun 1886 di Akhmim, Mesir. Yang ditemukan adalah dalam bentuk fragmen yang tidak lengkap, tidak ada nama atau judul, karena pendahuluan dan penutupnya tidak ditemukan. Kitab ini disebut Injil Petrus karena kalimat terakhirnya menunjukkan pengakuan dalam bentuk orang pertama oleh seseorang yang bernama Petrus ("I, Simon Peter"). Injil ini mungkin berasal dari pertengahan abad ke-2.
Injil ini berisikan narasi yang dimulai pada akhir masa hidup Yesus di dunia, mencakup penyaliban, penguburan dan kebangkitan-Nya. Injil ini menekankan bahwa orang-orang Yahudi yang bertanggung jawab terhadap kematian Yesus. Hal ini terlihat ketika mereka menolak untuk membasuh tangan, seperti halnya yang dilakukan Pilatus. Herodes diceritakan ikut berpartisipasi dalam mengadili Yesus dan memerintahkan penyaliban untuk dilaksanakan oleh orang-orang Yahudi.
Pada waktu disalibkan, Yesus dilukiskan tenang dan tidak merasakan sakit apa-apa. Hal ini mungkin terkait dengan pandangan Docetism, yakni Yesus bukan manusia sejati maka Ia tidak merasakan kesakitan seperti seorang manusia. Teriakan Yesus di kayu salib adalah "My power, O power, you have forsaken me" (5:19) menunjukkan elemen ilahi telah meninggalkan Yesus sebelum Ia mati. Tampaknya ini ada kaitan dengan pandangan Gnostiksisme.
Cerita tentang penguburan Yesus diberikan lebih terinci. Begitu juga dengan cerita tentang kebangkitan-Nya yang digambarkan luar biasa di mana dua malaikat turun dan masuk ke dalam kubur Yesus lalu ketiganya keluar dari kubur. Yesus digambarkan secara luar biasa. Di belakang mereka ada salib yang mengikuti. Ada suara dari sorga berkata: "Have you preached to those who are asleep?" Salib itu menjawab, "Ya."
Injil Thomas
Injil ini ditemukan pada waktu penemuan naskah-naskah Nag Hamadi di Mesir pada tahun 1945. Salinan yang ditemukan adalah dalam bahasa Koptik, aslinya mungkin dalam bahasa Yunani. Kemungkinan besar ditulis pada abad ke-2. Judulnya ditulis di bagian akhir: "The Gospel of Thomas." Injil ini dimulai dengan tulisan: "These are the secret sayings which the living Jesus spoke and which Didymus Judas Thomas wrote down."
Injil ini mencatat kata-kata Yesus Kristus yang rahasia dan tersembunyi yang disampaikan secara privat kepada Tomas dan murid-murid lain. Tomas adalah murid yang favorit, yang dapat mengerti Yesus secara lebih mendalam daripada murid yang lain. Tidak mirip Injil Kanonikal karena tidak ada tema, tindakan Yesus, penyaliban, kebangkitan. Injil ini berisikan 114 ucapan Yesus Kristus, dalam berbagai bentuk. Sebagian besar ucapan Yesus dimulai dengan kalimat "Yesus berkata..." Kumpulan ucapan Yesus ini tidak diorganisir dengan pola tertentu, tampaknya lebih bersifat random.
Lebih dari setengah ucapan-ucapan yang ada di Injil ini memiliki kemiripan dengan yang ditemukan di Injil-Injil Kanonikal. Tapi banyak ucapan yang tidak sama sekali sama dengan yang kita temukan dari bibir Yesus di Injil-Injil PB.
Injil ini tampaknya mendukung pengajaran Gnostiksisme. Misalnya, dalam ucapan no 1 dikatakan bahwa cara untuk mendapatkan hidup (kekal) adalah melalui menemukan arti yang sesungguhnya dari apa yang ditulis oleh Tomas. Ucapan-ucapan itu bersifat rahasia (tidak terbuka untuk umum melainkan untuk mereka yang tahu). Pengajaran Gnostiksisme juga terlihat di ucapan 18, 22, 29, 49-50, 83-84. Yesus jelas digambarkan sebagai "a revealer of secret teaching who brings salvation by his teaching alone" (bnd. ucapan 27, 28, 56, 62, 80, 111). Maka orang memasuki kerajaan Allah dengan self-knowledge (bnd. ucapan 3, 49, 50, 113). Ucapan Yesus yang aneh dikatakan dalam ucapan terakhir: "every woman who makes herself male will enter the kingdom of heaven" (114).
Injil Maria
Injil ini menceritakan tentang Maria (Magdalena) yang memberitahukan kepada para murid mengenai wahyu-wahyu yang Yesus berikan kepada-Nya (ini ciri khas karya Gnostik, yakni pewahyuan secara khusus kepada orang tertentu). Andreas dan Petrus meragukan bahwa Maria mengatakan kebenaran karena pengajarannya itu berbeda dengan yang mereka sendiri telah terima. Maria menangis, sedih karena mereka berpikir bahwa ia salah menyajikan kata-kata Yesus. Lewi menegur Petrus, membela Maria dan mendorong para murid untuk memberitakan Injil. Maka para murid pergi dan Injil ini berakhir.
Kelompok di belakang penulisan Injil Maria berusaha untuk membela pengajaran-pengajarannya dan (mungkin) hak wanita untuk menjadi guru. Hal ini bisa terjadi karena adanya pertentangan dalam kekristenan Gnostik, antara guru-guru pria dan wanita, dan teks-teks seperti ini ditulis untuk mendukung atau menggantikan guru-guru wanita. Selain itu penulis Injil ini sangat sadar akan reaksi gereja ortodoks terhadap gagasan-gagasan yang disingkapkan lewat Wahyu yang diberikan kepada Maria (perhatikan respon Andreas: "Gagasan-gagasan ini terlalu berbeda dari yang pernah kita ketahui").
Dalam novel DaVinci Code, ada dugaan bahwa Yesus dan Maria adalah kekasih. Hal ini berdasarkan apa yang dikatakan di Injil Maria: "Sister, we know that you were much loved by the Savior, as no other woman." Tapi teks ini tidak jelas dan tidak eksplisit menunjukkan bahwa Yesus menikah dengan Maria Magdalena.
Injil Yudas
Injil Yudas sebenarnya ditemukan pada tahun 70-an (1978) di El Minya, Mesir, tapi "hilang" dalam dunia bawah tanah milik para pedagang barang antik. Setelah pada akhirnya didapatkan oleh pihak yang lebih bertanggung jawab pada tahun 2001, maka dimulai pekerjaan restorasi naskah yang sudah dalam keadaan hancur. Selesainya restorasi dan terjemahan diumumkan oleh National Geographic Society dalam suatu news conference di Washington D.C. pada 6 April 2006. Lalu diikuti dengan tayangan "Gospel of Judas" di National Geographic Channel pada 9 April 2006.
Isi Injil ini bukan seperti keempat Injil Kanonikal yang berupa narasi, karena berisikan bentuk dialog antara Yesus dan Yudas serta antara Yesus dan 12 murid-Nya tanpa kaitan dengan narasi. Dialog-dialog ini menjadi kerangka di mana penulisnya dapat menyampaikan ajaran Gnostiksisme. Injil Yudas mengklaim dirinya sebagai "the secret account of the revelation that Jesus spoke in conversation with Judas Iscariot." Jadi pembicaraan antara Yesus dan Yudas adalah sesuatu yang bersifat rahasia. Ini adalah ciri khas literatur Gnostiksisme.
Yudas Iskariot digambarkan sebagai murid Yesus yang terbesar. Hanya Yudas sendiri yang dapat menerima pengajaran dan wahyu yang mendalam dari Yesus Kristus. Para murid yang lain tampaknya tidak mengerti siapakah Yesus dan dari mana Ia datang. Hanya Yudas yang mengerti. Maka Yesus menjanjikan kepadanya untuk menyingkapkan "the mysteries of the kingdom."
Kalau Injil-Injil Kanonikal mengungkapkan bahwa Yudas mengkhianati Yesus dengan imbalan uang, Injil Yudas menafsirkan tindakan ini secara positif karena menyebutkan bahwa Yesus meminta agar dikhianati untuk membebaskan jiwa dari badannya. Jadi bukan tindakan pengkhianatan, tetapi tindakan ketaatan pada instruksi Yesus sendiri. Kalimat yang terkenal dalam injil ini adalah perkataan Yesus kepada Yudas: "But you will exceed all of them. For you will sacrifice the man that clothes me." Dalam menyerahkan Kristus, ia melakukan perintah pemimpinnya, dengan mengetahui betul nasib yang akan dipikulnya sendiri. Yesus memperingatkannya, "You shall be cursed for generations." Kematian bagi Yesus merupakan sarana pembebasan diri dari eksistensi ragawi, yang memungkinkan dia untuk kembali ke kediaman surgawinya. Dengan mengkhianati Yesus, Yudas sebenarnya justru telah membantu sahabatnya itu untuk melepaskan tubuh ragawinya, dan membebaskan diri sejatinya, roh ilahi.
Injil ini diakhiri dengan mendadak dengan catatan bahwa Yudas menerima uang dan menyerahkan Yesus kepada orang-orang yang menangkap-Nya. Injil Yudas tidak menceritakan apa-apa lagi setelah penangkapan Kristus.
Mengapa Injil-Injil Apokrifa tidak masuk Kanon Perjanjian Baru?
Mencermati kitab-kitab mana yang masuk dalam Alkitab dan bagaimana kita bisa mengetahuinya disebut kanonisasi. Ini proses yang melibatkan sejarah yang panjang dan rumit. Sebuah kitab yang diterima dalam kitab suci disebut "kanonikal" atau memiliki status kanonitas.
Injil ini diperkirakan ditulis pada permulaan abad ke-2. Cerita-cerita yang diceritakan memberikan informasi tentang aktivitas-aktivitas Yesus yang dimulai pada usia yang masih muda. Injil ini berisikan cerita-cerita mujizat yang dilakukan oleh Yesus pada masa umur 5 sampai 12 tahun. Yesus dilukiskan sebagai anak yang sudah memiliki kemaha-tahuan dan kemaha-kuasaan. Misalnya, Yesus membuat burung pipit dari tanah liat dan menghidupkannya. Ia menyembuhkan yang terluka, membangkitkan yang mati, menyelamatkan saudaranya dari gigitan ular yang mematikan, membantu usaha keluarga dengan melakukan mujizat, dan juga menunjukkan superioritas dalam pengetahuan dibandingkan dengan guru-guru-Nya,
Selain melakukan mujizat untuk tujuan baik, Yesus juga digambarkan sebagai anak yang dimanja, tidak bisa dikontrol, dan adakalanya jahat dalam menggunakan mujizat. Sebagai contoh, ia membunuh seorang anak laki-laki hanya karena menyenggol bahunya, menyebabkan orang lain yang mengolok-olok dia menjadi buta, membunuh guru-Nya yang menghukum Dia, juga mengancam bapaknya sendiri.
Injil Petrus
Injil ini ditemukan pada tahun 1886 di Akhmim, Mesir. Yang ditemukan adalah dalam bentuk fragmen yang tidak lengkap, tidak ada nama atau judul, karena pendahuluan dan penutupnya tidak ditemukan. Kitab ini disebut Injil Petrus karena kalimat terakhirnya menunjukkan pengakuan dalam bentuk orang pertama oleh seseorang yang bernama Petrus ("I, Simon Peter"). Injil ini mungkin berasal dari pertengahan abad ke-2.
Injil ini berisikan narasi yang dimulai pada akhir masa hidup Yesus di dunia, mencakup penyaliban, penguburan dan kebangkitan-Nya. Injil ini menekankan bahwa orang-orang Yahudi yang bertanggung jawab terhadap kematian Yesus. Hal ini terlihat ketika mereka menolak untuk membasuh tangan, seperti halnya yang dilakukan Pilatus. Herodes diceritakan ikut berpartisipasi dalam mengadili Yesus dan memerintahkan penyaliban untuk dilaksanakan oleh orang-orang Yahudi.
Pada waktu disalibkan, Yesus dilukiskan tenang dan tidak merasakan sakit apa-apa. Hal ini mungkin terkait dengan pandangan Docetism, yakni Yesus bukan manusia sejati maka Ia tidak merasakan kesakitan seperti seorang manusia. Teriakan Yesus di kayu salib adalah "My power, O power, you have forsaken me" (5:19) menunjukkan elemen ilahi telah meninggalkan Yesus sebelum Ia mati. Tampaknya ini ada kaitan dengan pandangan Gnostiksisme.
Cerita tentang penguburan Yesus diberikan lebih terinci. Begitu juga dengan cerita tentang kebangkitan-Nya yang digambarkan luar biasa di mana dua malaikat turun dan masuk ke dalam kubur Yesus lalu ketiganya keluar dari kubur. Yesus digambarkan secara luar biasa. Di belakang mereka ada salib yang mengikuti. Ada suara dari sorga berkata: "Have you preached to those who are asleep?" Salib itu menjawab, "Ya."
Injil Thomas
Injil ini ditemukan pada waktu penemuan naskah-naskah Nag Hamadi di Mesir pada tahun 1945. Salinan yang ditemukan adalah dalam bahasa Koptik, aslinya mungkin dalam bahasa Yunani. Kemungkinan besar ditulis pada abad ke-2. Judulnya ditulis di bagian akhir: "The Gospel of Thomas." Injil ini dimulai dengan tulisan: "These are the secret sayings which the living Jesus spoke and which Didymus Judas Thomas wrote down."
Injil ini mencatat kata-kata Yesus Kristus yang rahasia dan tersembunyi yang disampaikan secara privat kepada Tomas dan murid-murid lain. Tomas adalah murid yang favorit, yang dapat mengerti Yesus secara lebih mendalam daripada murid yang lain. Tidak mirip Injil Kanonikal karena tidak ada tema, tindakan Yesus, penyaliban, kebangkitan. Injil ini berisikan 114 ucapan Yesus Kristus, dalam berbagai bentuk. Sebagian besar ucapan Yesus dimulai dengan kalimat "Yesus berkata..." Kumpulan ucapan Yesus ini tidak diorganisir dengan pola tertentu, tampaknya lebih bersifat random.
Lebih dari setengah ucapan-ucapan yang ada di Injil ini memiliki kemiripan dengan yang ditemukan di Injil-Injil Kanonikal. Tapi banyak ucapan yang tidak sama sekali sama dengan yang kita temukan dari bibir Yesus di Injil-Injil PB.
Injil ini tampaknya mendukung pengajaran Gnostiksisme. Misalnya, dalam ucapan no 1 dikatakan bahwa cara untuk mendapatkan hidup (kekal) adalah melalui menemukan arti yang sesungguhnya dari apa yang ditulis oleh Tomas. Ucapan-ucapan itu bersifat rahasia (tidak terbuka untuk umum melainkan untuk mereka yang tahu). Pengajaran Gnostiksisme juga terlihat di ucapan 18, 22, 29, 49-50, 83-84. Yesus jelas digambarkan sebagai "a revealer of secret teaching who brings salvation by his teaching alone" (bnd. ucapan 27, 28, 56, 62, 80, 111). Maka orang memasuki kerajaan Allah dengan self-knowledge (bnd. ucapan 3, 49, 50, 113). Ucapan Yesus yang aneh dikatakan dalam ucapan terakhir: "every woman who makes herself male will enter the kingdom of heaven" (114).
Injil Maria
Injil ini menceritakan tentang Maria (Magdalena) yang memberitahukan kepada para murid mengenai wahyu-wahyu yang Yesus berikan kepada-Nya (ini ciri khas karya Gnostik, yakni pewahyuan secara khusus kepada orang tertentu). Andreas dan Petrus meragukan bahwa Maria mengatakan kebenaran karena pengajarannya itu berbeda dengan yang mereka sendiri telah terima. Maria menangis, sedih karena mereka berpikir bahwa ia salah menyajikan kata-kata Yesus. Lewi menegur Petrus, membela Maria dan mendorong para murid untuk memberitakan Injil. Maka para murid pergi dan Injil ini berakhir.
Kelompok di belakang penulisan Injil Maria berusaha untuk membela pengajaran-pengajarannya dan (mungkin) hak wanita untuk menjadi guru. Hal ini bisa terjadi karena adanya pertentangan dalam kekristenan Gnostik, antara guru-guru pria dan wanita, dan teks-teks seperti ini ditulis untuk mendukung atau menggantikan guru-guru wanita. Selain itu penulis Injil ini sangat sadar akan reaksi gereja ortodoks terhadap gagasan-gagasan yang disingkapkan lewat Wahyu yang diberikan kepada Maria (perhatikan respon Andreas: "Gagasan-gagasan ini terlalu berbeda dari yang pernah kita ketahui").
Dalam novel DaVinci Code, ada dugaan bahwa Yesus dan Maria adalah kekasih. Hal ini berdasarkan apa yang dikatakan di Injil Maria: "Sister, we know that you were much loved by the Savior, as no other woman." Tapi teks ini tidak jelas dan tidak eksplisit menunjukkan bahwa Yesus menikah dengan Maria Magdalena.
Injil Yudas
Injil Yudas sebenarnya ditemukan pada tahun 70-an (1978) di El Minya, Mesir, tapi "hilang" dalam dunia bawah tanah milik para pedagang barang antik. Setelah pada akhirnya didapatkan oleh pihak yang lebih bertanggung jawab pada tahun 2001, maka dimulai pekerjaan restorasi naskah yang sudah dalam keadaan hancur. Selesainya restorasi dan terjemahan diumumkan oleh National Geographic Society dalam suatu news conference di Washington D.C. pada 6 April 2006. Lalu diikuti dengan tayangan "Gospel of Judas" di National Geographic Channel pada 9 April 2006.
Isi Injil ini bukan seperti keempat Injil Kanonikal yang berupa narasi, karena berisikan bentuk dialog antara Yesus dan Yudas serta antara Yesus dan 12 murid-Nya tanpa kaitan dengan narasi. Dialog-dialog ini menjadi kerangka di mana penulisnya dapat menyampaikan ajaran Gnostiksisme. Injil Yudas mengklaim dirinya sebagai "the secret account of the revelation that Jesus spoke in conversation with Judas Iscariot." Jadi pembicaraan antara Yesus dan Yudas adalah sesuatu yang bersifat rahasia. Ini adalah ciri khas literatur Gnostiksisme.
Yudas Iskariot digambarkan sebagai murid Yesus yang terbesar. Hanya Yudas sendiri yang dapat menerima pengajaran dan wahyu yang mendalam dari Yesus Kristus. Para murid yang lain tampaknya tidak mengerti siapakah Yesus dan dari mana Ia datang. Hanya Yudas yang mengerti. Maka Yesus menjanjikan kepadanya untuk menyingkapkan "the mysteries of the kingdom."
Kalau Injil-Injil Kanonikal mengungkapkan bahwa Yudas mengkhianati Yesus dengan imbalan uang, Injil Yudas menafsirkan tindakan ini secara positif karena menyebutkan bahwa Yesus meminta agar dikhianati untuk membebaskan jiwa dari badannya. Jadi bukan tindakan pengkhianatan, tetapi tindakan ketaatan pada instruksi Yesus sendiri. Kalimat yang terkenal dalam injil ini adalah perkataan Yesus kepada Yudas: "But you will exceed all of them. For you will sacrifice the man that clothes me." Dalam menyerahkan Kristus, ia melakukan perintah pemimpinnya, dengan mengetahui betul nasib yang akan dipikulnya sendiri. Yesus memperingatkannya, "You shall be cursed for generations." Kematian bagi Yesus merupakan sarana pembebasan diri dari eksistensi ragawi, yang memungkinkan dia untuk kembali ke kediaman surgawinya. Dengan mengkhianati Yesus, Yudas sebenarnya justru telah membantu sahabatnya itu untuk melepaskan tubuh ragawinya, dan membebaskan diri sejatinya, roh ilahi.
Injil ini diakhiri dengan mendadak dengan catatan bahwa Yudas menerima uang dan menyerahkan Yesus kepada orang-orang yang menangkap-Nya. Injil Yudas tidak menceritakan apa-apa lagi setelah penangkapan Kristus.
Mengapa Injil-Injil Apokrifa tidak masuk Kanon Perjanjian Baru?
Mencermati kitab-kitab mana yang masuk dalam Alkitab dan bagaimana kita bisa mengetahuinya disebut kanonisasi. Ini proses yang melibatkan sejarah yang panjang dan rumit. Sebuah kitab yang diterima dalam kitab suci disebut "kanonikal" atau memiliki status kanonitas.
Langganan:
Postingan (Atom)